Beranda Teknologi Apacer Resmi Pamer Solusi Edge AI di COMPUTEX 2026

Apacer Resmi Pamer Solusi Edge AI di COMPUTEX 2026

Apacer Showcases Edge AI Storage Power at COMPUTEX 2026 (PRNewsfoto/Apacer Technology)

Teknolyfe.com – TAIPEI, Apacer Technology memperkenalkan berbagai solusi penyimpanan dan komputasi Edge AI terbaru dalam ajang COMPUTEX 2026. Mengusung tema “Storage, Empowering AI Growth”, perusahaan ini menampilkan teknologi yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan implementasi AI di berbagai sektor industri.

Perkembangan Edge AI yang kini mulai masuk tahap implementasi nyata membuat kebutuhan terhadap sistem penyimpanan berkecepatan tinggi dan stabil semakin meningkat. Selain performa, tantangan seperti efisiensi termal dan daya tahan operasional juga menjadi perhatian utama di lingkungan Edge AI berdensitas tinggi.

Melalui pameran ini, Apacer menghadirkan solusi terintegrasi yang mencakup SSD industri, teknologi pendingin terbaru, memori berperforma tinggi, hingga solusi penyimpanan data pintar untuk berbagai kebutuhan komputasi AI.

Dalam pengembangannya, Apacer juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti AAEON, Altob, DEEPX, dan Posiflex untuk menghadirkan demonstrasi penerapan Edge AI di berbagai sektor.

Beberapa sektor yang menjadi fokus demo antara lain pabrik pintar, transportasi pintar, dan ritel pintar.

Salah satu teknologi yang paling menarik perhatian adalah “ViClaw Edge AI + Storage System”, solusi hasil kolaborasi Apacer dan DEEPX.

Sistem tersebut menggabungkan arsitektur SSD dengan akselerasi NPU untuk menghasilkan performa komputasi AI hingga 50 TOPS. Teknologi ini ditujukan untuk edge server dan perangkat AI yang membutuhkan kemampuan inferensi lokal dengan performa tinggi.

Fokus pada Pendinginan dan Stabilitas Sistem

Selain performa penyimpanan, Apacer juga menyoroti tantangan suhu pada sistem Edge AI modern.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan memperkenalkan beberapa teknologi pendingin terbaru seperti GraTherX, CoreGlacier 2, dan Thermal-Ink Cooling Solution.

GraTherX dirancang khusus untuk perangkat tanpa kipas dan diklaim mampu menurunkan suhu modul DDR5 hingga 20 derajat Celsius.

Teknologi ini juga disebut dapat meningkatkan MTBF atau Mean Time Between Failures hingga sekitar 2,7 kali lipat, sehingga mendukung stabilitas sistem dalam penggunaan jangka panjang.

Sementara itu, CoreGlacier 2 hadir dengan desain dual-fin untuk membantu pelepasan panas yang lebih optimal pada sistem berkinerja tinggi.

Apacer juga memperkenalkan solusi pendingin Thermal-Ink yang ditujukan untuk perangkat ultra-tipis agar tetap mampu menjaga suhu operasional tanpa mengorbankan desain perangkat.

Di sisi penyimpanan, Apacer meluncurkan seri SSD terbaru berbasis BiCS8 PCIe Gen5.

SSD ini menawarkan kapasitas hingga 32TB dengan kecepatan baca dan tulis sekuensial mencapai 14.000 MB/s dan 8.500 MB/s.

Spesifikasi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pusat data, komputasi AI, hingga edge server generasi terbaru yang membutuhkan bandwidth sangat besar.

Tak hanya itu, Apacer juga memperkenalkan solusi memori CAMM2 dengan bandwidth tinggi yang dirancang untuk mendukung beban kerja Edge AI generasi berikutnya.

Hadirkan Memori Gaming Kolaborasi ASUS ROG

Selain fokus pada sektor industri dan AI, Apacer turut memperluas lini produk untuk kebutuhan gaming.

Perusahaan memperkenalkan memori ZADAK PRO ROG CERTIFIED RGB DDR5 hasil kolaborasi dengan ASUS Republic of Gamers atau ROG.

Memori ini dirancang untuk platform AMD dengan spesifikasi DDR5-6000 CL28 berlatensi rendah.

Apacer menyebut produk tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaming yang lebih stabil sekaligus imersif bagi pengguna kelas enthusiast.

Kehadiran berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana Apacer mulai memperluas fokus bisnisnya dari sekadar penyimpanan data menjadi penyedia solusi Edge AI yang lebih menyeluruh.

Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI di berbagai sektor, perusahaan melihat peluang besar bagi teknologi penyimpanan, pendinginan, dan memori berperforma tinggi untuk menjadi fondasi utama pengembangan Edge AI generasi berikutnya. rap