TeknoLyfe.com – Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Mei 2026 – Dawa Minuman Rempah mulai memperluas langkah bisnisnya ke pasar internasional melalui partisipasi dalam ajang Franchise International Malaysia (FIM) 33rd Edition – Exhibition & Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Center pada 21–23 Mei 2026.
Keikutsertaan brand minuman herbal asal Indonesia tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar di Asia Tenggara sekaligus memperkenalkan minuman rempah Nusantara kepada pasar global. Malaysia dipilih sebagai titik awal ekspansi karena dinilai memiliki karakter pasar yang dekat dengan Indonesia, terutama dalam budaya konsumsi dan penerimaan terhadap produk berbahan rempah.
FIM sendiri merupakan salah satu pameran waralaba terbesar di kawasan Asia yang diselenggarakan oleh Malaysian Franchise Association (MFA) bersama Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia (KUSKOP). Ajang ini juga menjadi satu-satunya pameran franchise di Malaysia yang diakui oleh World Franchise Council (WFC) dan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC).
Melalui pameran tersebut, Dawa ingin membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus menjajaki potensi pasar baru di luar Indonesia. Perusahaan melihat tren minuman herbal dan gaya hidup sehat terus berkembang di sejumlah negara Asia, termasuk Malaysia.
Dawa Minuman Rempah dikenal menghadirkan minuman herbal berbahan rempah khas Nusantara dengan pendekatan modern. Produk yang ditawarkan tetap mempertahankan cita rasa tradisional dan bahan alami, namun dikemas agar sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini.
Dengan mengusung semangat “Ayo Sehatkan Indonesia”, Dawa tidak hanya menjual produk minuman, tetapi juga membawa nilai budaya dan tradisi rempah Indonesia ke pasar yang lebih luas.
“Kami melihat Malaysia sebagai langkah awal yang tepat untuk ekspansi internasional karena memiliki kultur dan kebiasaan konsumsi yang cukup dekat dengan Indonesia. Produk rempah juga lebih mudah diterima masyarakat di sini,” ujar Victor Adesta Direktur Dawa Minuman Rempah.
Langkah ekspansi tersebut dilakukan setelah pertumbuhan bisnis Dawa dinilai cukup agresif di pasar domestik. Dalam waktu kurang dari satu tahun, perusahaan telah memiliki lebih dari 210 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pertumbuhan itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap minuman herbal dengan konsep modern dan praktis. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat, produk berbahan alami seperti rempah dinilai semakin memiliki pasar yang potensial, terutama di kalangan anak muda dan pekerja urban.
Selain memperkenalkan produk, Dawa juga menjadikan FIM 2026 sebagai sarana mencari mitra bisnis internasional. Untuk tahap awal, perusahaan akan fokus membuka peluang kerja sama melalui sistem master franchise di Malaysia.
Strategi tersebut dipilih agar Dawa dapat memahami lebih dalam karakter pasar lokal, regulasi bisnis, hingga pola operasional waralaba di negara tersebut sebelum membuka outlet milik sendiri.
“Kami berharap ke depannya Dawa bisa memiliki outlet sendiri di Malaysia. Namun untuk tahap awal, kami membuka peluang master franchise sebagai representasi resmi Dawa Minuman Rempah di sana,” tambahnya.
Ekspansi ke Malaysia disebut hanya menjadi awal dari rencana pengembangan bisnis Dawa di kawasan Asia. Setelah itu, perusahaan juga mulai membidik Bangkok dan sejumlah negara Asia lainnya sebagai pasar potensial berikutnya.
Langkah tersebut memperlihatkan semakin banyak brand lokal Indonesia yang mulai percaya diri membawa produk berbasis budaya lokal ke pasar internasional. Produk rempah Indonesia sendiri dinilai memiliki keunggulan karena dikenal luas memiliki manfaat kesehatan sekaligus cita rasa khas yang sulit ditemukan di negara lain.
Di sisi lain, tren konsumsi minuman herbal dan natural ingredients saat ini juga terus meningkat di pasar global. Kondisi itu membuka peluang bagi produk lokal berbasis rempah untuk bersaing di industri makanan dan minuman internasional.
Dengan membawa konsep minuman rempah modern, Dawa optimistis dapat berkembang menjadi salah satu brand lokal Indonesia yang mampu memperluas pasar hingga tingkat global sekaligus memperkenalkan kekayaan rempah Nusantara ke lebih banyak negara. RAP
























