TeknoLyfe.com – JAKARTA, 30 April 2026 — Studi terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyoroti peran industri pinjaman daring (pindar) dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Dalam riset tersebut, platform AdaKami disebut berperan sebagai bantalan keuangan yang membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga tingkat konsumsi.
Dalam struktur perekonomian Indonesia, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi lebih dari 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini membuat akses terhadap pembiayaan yang inklusif dan terjangkau menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Riset LPEM FEB UI menunjukkan bahwa layanan pindar, khususnya melalui studi kasus AdaKami, mampu membantu masyarakat mengelola risiko keuangan dengan lebih baik. Kehadiran pinjaman digital dinilai memberikan alternatif pembiayaan yang lebih mudah diakses dibandingkan lembaga keuangan konvensional.
Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, menilai hasil riset tersebut sebagai validasi atas peran layanan keuangan digital yang dikelola dengan baik. Ia mengatakan:
“Bagi AdaKami, temuan ini menegaskan bahwa layanan AdaKami telah menjadi bantalan keuangan yang membantu masyarakat mengelola arus kas secara lebih terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Penelitian ini juga mengungkap dampak nyata yang dirasakan oleh pengguna. Sebanyak 24,51 persen peminjam AdaKami menyatakan bahwa tanpa akses pinjaman, mereka harus menggunakan tabungan atau bahkan menjual aset untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa layanan pindar berperan dalam mencegah penurunan kondisi keuangan yang lebih dalam.
Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, menjelaskan bahwa pinjaman digital juga membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), sakit berat, hingga kehilangan anggota keluarga. Ia mengatakan:
“Dengan pengelolaan risiko yang lebih baik, maka rumah tangga yang menghadapi pengeluaran tidak terduga tidak harus meminjam pada rentenir atau sumber lain dengan bunga lebih tinggi dan bisa menjaga kestabilan tabungan,”
Menurutnya, akses terhadap pembiayaan yang tepat dapat membantu masyarakat menghindari keputusan finansial yang merugikan dalam jangka panjang. Dalam banyak kasus, tanpa dukungan keuangan, individu terpaksa menjual aset produktif yang justru menjadi sumber penghasilan mereka.
Prani menambahkan:
“Misalnya, kalau seniman harus menjual alat musiknya atau misalnya fotografer harus menjual kameranya. Dengan adanya pinjaman, mereka bisa menghindari risiko penurunan kualitas hidup jangka panjang,”
Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melihat industri pindar sebagai salah satu elemen penting dalam memperluas akses keuangan. Deputi Direktur Direktorat Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, Anjar Sumarjati, menyampaikan bahwa industri ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan keuangan formal.
Keberadaan layanan pindar seperti AdaKami dinilai mampu menjembatani kesenjangan akses pembiayaan, terutama bagi kelompok masyarakat yang belum memiliki akses ke perbankan. Namun demikian, pengelolaan yang baik tetap menjadi kunci agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Temuan dari LPEM FEB UI juga menegaskan pentingnya aspek tata kelola dan perlindungan konsumen dalam industri ini. Transparansi, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pertumbuhan industri yang sehat.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan di masyarakat, peran fintech lending diperkirakan akan semakin penting dalam mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan lembaga riset menjadi krusial untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan inovasi di sektor keuangan digital. Dengan pendekatan yang tepat, layanan pindar tidak hanya berfungsi sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai instrumen yang mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. RAP























