TeknoLyfe.com – BANJARNEGARA, 4 Mei 2026 — Perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro didorong untuk semakin menguasai teknologi digital melalui program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 yang diluncurkan di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Program ini merupakan inisiatif BRI Research Institute bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta melalui Digital Access Programme. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha perempuan.
Peluncuran DEWY 3.0 melanjutkan program sebelumnya yang telah berjalan di beberapa daerah. Pada fase terdahulu di Jawa Barat dan Lampung, program ini berhasil menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro, membentuk 100 mentor terlatih, serta menghadirkan tujuh Digital Corner sebagai sarana peningkatan penjualan dan adopsi teknologi digital.
Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian, menyampaikan bahwa program ini juga telah diperluas ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan kapasitas usaha, pengembangan mentor lokal, serta pemanfaatan platform pembelajaran digital.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” kata Atif, Senin (4/5/2026).
Pada tahap terbaru, program DEWY 3.0 menyasar wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Selain pelatihan, program ini juga membangun ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas melalui pengembangan mentor lokal. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai agen perubahan di komunitasnya.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha perempuan. Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital.
Program ini menghadirkan berbagai sesi pelatihan yang berfokus pada pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pencatatan keuangan digital, penggunaan sistem point of sales, serta optimalisasi platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Selain itu, peserta mengikuti sesi peningkatan kesadaran terkait pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual atau sexual exploitation, abuse and harassment (SEAH). Sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman perlindungan perempuan dalam aktivitas sosial maupun ekonomi.
Seluruh peserta juga menjalani pemetaan usaha melalui platform digital untuk melakukan self-assessment terhadap kesiapan digital masing-masing usaha. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar dalam menentukan peserta yang mengikuti pelatihan intensif lanjutan.
Program DEWY 3.0 juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi komunitas. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal.
Melalui program ini, perempuan pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. RAP























