Beranda Teknologi Japfa Food Indonesia Perkuat Rantai Pasok dengan RELEX

Japfa Food Indonesia Perkuat Rantai Pasok dengan RELEX

20
0
RELEX Solutions

TeknoLyfe.com – JAKARTA – Raksasa agri-pangan Japfa Food Indonesia secara resmi memulai transformasi digital besar-besaran pada sistem manajemen rantai pasoknya. Anak perusahaan Japfa Group ini mengintegrasikan platform perencanaan terpadu berbasis AI dari RELEX Solutions untuk mengoptimalkan operasional di 15 pabrik pengolahan utama mereka.

Langkah ini menandai pergeseran strategis Japfa dari sistem perencanaan konvensional berbasis spreadsheet menuju ekosistem digital yang terintegrasi. Saat ini, sistem telah aktif di sembilan pabrik pengolahan primer dan dijadwalkan rampung di seluruh jaringan pada Juni 2026.

Menjawab Kompleksitas Pasar Protein Sebagai pemain utama di pasar konsumen dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Japfa Food Indonesia mengelola portofolio rumit yang mencakup lebih dari 2.000 SKU melalui 23 pusat distribusi. Lonjakan permintaan protein di Indonesia menuntut ketepatan distribusi yang tidak lagi bisa diakomodasi oleh sistem manual.

Dengan RELEX, Japfa mengonsolidasikan perencanaan permintaan (demand planning), perencanaan induk, hingga inventaris dalam satu platform tunggal. Teknologi machine learning yang tertanam di dalamnya memungkinkan perusahaan melakukan prediksi pasar secara presisi, menyelaraskan volume produksi dengan kebutuhan riil di lapangan.

Optimasi Margin dan Efisiensi Operasional Fokus utama dari implementasi ini adalah meminimalisir intervensi manual dan menekan angka surplus produksi yang sering menjadi pemicu erosi margin. Pada fase pertama, teknologi ini diaplikasikan pada lini operasional unggas hidup untuk menyelaraskan rencana pemotongan dengan permintaan pelanggan secara real-time.

“Tim RELEX memiliki pemahaman mendalam tentang industri protein dan kerumitan dalam menyeimbangkan hasil produksi dengan tingkat layanan pelanggan,” ungkap Nathan J. Ramadhan, Wakil Kepala (AVP) Supply Chain Downstream Japfa Food Indonesia.

Ekspansi Strategis di Paruh Kedua 2026 Transformasi ini tidak berhenti di pengolahan primer. Mulai semester kedua 2026, Japfa akan memperluas penggunaan platform ini ke divisi pengolahan lanjutan (further processing), yang mencakup 7 pabrik tambahan dan jaringan distribusi yang lebih luas sebanyak 58 titik.

Stefano Scandelli, Senior Vice President Sales RELEX, menegaskan bahwa konektivitas data adalah kunci di industri pangan yang kompleks. Menurutnya, dengan menyatukan sinyal permintaan dan perencanaan produksi, Japfa kini memiliki daya tanggap (responsivitas) yang dibutuhkan untuk menguasai pasar Indonesia.

Melalui langkah ini, Japfa Food Indonesia tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pemanfaatan teknologi supply chain di sektor agri-pangan nasional. RAP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini