TeknoLyfe.com – Kohler bersama Flamingo Estate meluncurkan instalasi imersif bertajuk The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler di Milan Design Week 2026. Karya kolaboratif ini menghadirkan pengalaman multisensorik yang memadukan arsitektur, lanskap, ritual mandi, dan ketenangan dalam satu ruang terpadu.
Instalasi tersebut berada di halaman Padiglione d’Arte Contemporanea dan dibuka untuk umum selama rangkaian FuoriSalone. Melalui proyek ini, Kohler dan Flamingo Estate ingin menunjukkan bahwa desain tidak hanya berfungsi secara estetika, tetapi juga dapat menjadi medium pemulihan diri dan hubungan manusia dengan alam.
Bathhouse ini tampil mencolok dengan gaya brutalist modern, berdiri di tengah padang rumput yang ditanami tujuh jenis bunga liar. Kehadiran lanskap hidup di sekeliling bangunan menciptakan batas yang kabur antara struktur buatan manusia dan ekosistem alami.
Terinspirasi dari bathhouse milik Flamingo Estate di California, bangunan seluas 247 kaki persegi tersebut menggunakan warna logam yang tampak terpapar cuaca serta tekstur alami. Dindingnya dilapisi plester intonachino yang menghadirkan kesan mineral dan kokoh menyerupai beton.
Di bagian dalam, cahaya masuk melalui jendela kaca patri monumental karya artisan Milan Samuele Dossena. Sinar yang menembus kaca menciptakan nuansa hangat berwarna terakota. Sementara lilin-lilin dari Flamingo Estate disusun di sepanjang dinding untuk memperkuat suasana hening dan meditatif.
Pendiri Flamingo Estate, Richard Christiansen, mengatakan proyek ini merupakan refleksi tentang ritual, alam, dan kekuatan tersembunyi dalam material. Menurutnya, ruang tersebut dirancang sebagai tempat di mana bunga liar, air, dan cahaya berpadu untuk menghubungkan kembali manusia dengan ritme bumi.
Tampilkan Bak Mandi Reverie dan Ruang Ramah Penyerbuk
Saat memasuki Bathhouse, pengunjung akan menemukan Reverie, desain terbaru bak mandi freestanding Kohler berbahan besi cor berlapis enamel dengan balutan tembaga asli. Produk ini menjadi pusat perhatian dalam ruangan sekaligus simbol perpaduan warisan craftsmanship dan inovasi modern.
Balutan tembaga membungkus bak mandi yang diproduksi menggunakan sedikitnya 80% material daur ulang. Ini menjadi pertama kalinya Kohler menggunakan tembaga sebagai bahan utama dalam desain bak mandi, membuka dimensi baru pada kategori produk tersebut.
CEO Kohler, David Kohler, menyebut desain dan proses kreatif selalu menjadi fondasi utama perusahaan. Menurutnya, desain adalah jembatan antara warisan masa lalu dan inovasi masa depan.
Selain bangunan utama, taman di sekitar instalasi juga menampilkan empat pollinator bath unik. Struktur ini dicetuskan oleh Richard Christiansen, dirancang oleh tim Kohler, dan dicetak di pabrik pengecoran bersejarah perusahaan di Wisconsin, Amerika Serikat.
Pollinator bath berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi lebah, burung, dan spesies penyerbuk lainnya. Kehadirannya memperluas narasi instalasi tentang hubungan timbal balik antara karya manusia dan lingkungan hidup.
VP Global Design Kohler, Michael Seum, mengatakan desain harus memberi ruang bagi ritual manusia sekaligus pengelolaan lingkungan. Karena itu, bagian luar pollinator bath mengusung karakter brutalist, sementara bagian dalamnya memiliki permukaan organik yang terinspirasi alam.
Ritual Mandi sebagai Pengalaman Pemulihan
Melalui The Flamingo Estate Bathhouse, aktivitas mandi diposisikan bukan sekadar rutinitas harian, melainkan pengalaman pemulihan fisik dan mental. Instalasi ini dirancang sebagai tempat menyepi untuk relaksasi tubuh, ketenangan pikiran, serta meningkatkan kesadaran terhadap cahaya, air, dan material di sekitar.
Kolaborasi Kohler dan Flamingo Estate menampilkan visi bersama bahwa kesejahteraan jangka panjang dapat tercipta melalui hubungan yang lebih dekat dengan alam.
Sebagai pelengkap pengalaman, Flamingo Estate juga merilis lilin khusus bertema Pollinator Candle dan sabun batangan Pollinator Bath Soap Brick. Aromanya terinspirasi dari kota Milan, memadukan wangi bunga linden yang bermekaran dengan kesegaran bergamot dari pasar-pasar tradisional Italia.
Instalasi ini dibuka untuk umum hingga 26 April 2026 di Milan dan menjadi salah satu atraksi menarik dalam Milan Design Week tahun ini, terutama bagi pecinta desain, arsitektur, serta gaya hidup berbasis wellness. RAP
























