TeknoLyfe.com – Asian Beach Games 2026 resmi meluncurkan lagu tema pembukaan berjudul “See ya in Sanya: Janji Langit dan Laut”. Lagu ini diperkenalkan sebagai simbol semangat muda, persatuan, dan energi positif menjelang penyelenggaraan pesta olahraga pantai terbesar di Asia yang digelar di Sanya.
Peluncuran lagu tema tersebut menjadi bagian penting dalam menyambut gelaran Asian Beach Games Ke-VI yang akan mempertemukan atlet dari berbagai negara Asia. Dengan nuansa musik yang ceria dan penuh semangat, lagu ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarbangsa melalui olahraga dan budaya.
Lagu “See ya in Sanya” diciptakan oleh Qiao Wei yang juga menjadi penulis naskah utama upacara pembukaan dan penutupan ajang tersebut. Sementara komposisi musiknya digarap oleh Lu Liang.
Menariknya, lagu ini dibawakan oleh 20 relawan muda yang juga akan tampil dalam upacara pembukaan. Kehadiran para penyanyi muda tersebut menggambarkan semangat kebersamaan generasi baru Asia yang dinamis dan optimistis.
Menurut Qiao Wei, istilah tradisional “ujung langit dan tepi laut” atau Tianya Haijiao selama ini dikenal sebagai tempat yang sangat jauh. Namun melalui semangat muda dan cinta, jarak tersebut bisa dihapuskan.
Ia menjelaskan bahwa Sanya kini diposisikan bukan sebagai tempat yang jauh, melainkan titik awal bagi generasi muda Asia untuk melangkah bersama menuju masa depan.
Perpaduan Musik Tradisional dan Energi Modern
Komposer Lu Liang menjelaskan bahwa lagu tema ini memadukan teriakan tradisional serta teknik vokal khas masyarakat adat Li di Hainan dengan sentuhan musik modern. Hasilnya adalah karya yang tidak hanya artistik, tetapi juga energik dan mudah diterima pendengar lintas negara.
Irama lagu dirancang agar pendengar dapat merasakan hangatnya suasana pantai tropis, seolah sedang berlari di atas pasir dengan sinar matahari yang cerah. Unsur tersebut sengaja dimasukkan untuk menggambarkan karakter Asian Beach Games yang identik dengan olahraga pantai, kebebasan, dan semangat kompetisi sehat.
Selain itu, konsep vokal kelompok dipilih untuk menonjolkan kebersamaan, bukan individualitas. Tidak ada satu suara yang lebih dominan karena setiap peserta dianggap memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan lagu.
Menurut Lu Liang, kejujuran dan ketulusan dalam bernyanyi jauh lebih menyentuh dibanding sekadar kemampuan teknis semata. Pendekatan ini membuat lagu terdengar lebih hangat, manusiawi, dan dekat dengan generasi muda.
Jadi Undangan Sanya untuk Dunia
Sutradara utama upacara pembukaan dan penutupan, Huang Peiling, menyebut Asian Beach Games sebagai pesta kaum muda. Karena itu, seluruh konsep artistik acara, termasuk lagu tema, dirancang untuk menampilkan semangat inovasi dan vitalitas kota Sanya.
Ia menilai lagu ini tidak hanya mewakili olahraga, tetapi juga mencerminkan citra Sanya sebagai kota modern, terbuka, dan penuh energi. Hal itu juga selaras dengan perkembangan Hainan Free Trade Port yang semakin dikenal di tingkat global.
Dalam judul lagu tersebut, kata “ya” memiliki makna ganda, yakni mewakili Asia dan Sanya. Permainan kata ini menjadi simbol janji kebahagiaan sekaligus harapan masa depan yang cerah.
“See ya in Sanya” bukan sekadar lagu tema olahraga, tetapi juga undangan terbuka dari Sanya kepada dunia. Lewat lirik puitis, irama dinamis, dan pesan persatuan, lagu ini menjadi penghormatan bagi masa muda, persahabatan, dan masa depan Asia yang lebih dekat tanpa batas jarak. RAP























